Tuesday, May 12, 2015

Digital Branding



Kak Dicky sempat masuk ke kelas gw dan sharing mengenai digital branding khususnya yang dilakukan oleh Line perusahaan yang ditangani kak Dicky. Perubahan jaman saat ini membuat orang memakai internet merupakan keharusan bahkan seperti yang di bilang kak Dicky lebih baik ketinggalan dompet daripada hape, Gw sendiri setuju banget dengan hal itu dan gw seperti itu jg lebih baik ketinggalan dompet karena bisa ngutang hahahaah....



Sekedar share aja gw baru mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh Line berkat sharing dari kak Dicky, tujuan line sebenarnya bukan membuat aplikasi instant massaging tetapi adalah menjual character si Browny, Cony, Sally, James, dll. Jujur sebenernya gw cukup kaget mendengar bahwa tujuan line menjual character layaknya Disney yang sama-sama juga menjual character tapi dengan cara yang berbeda, kalau Disney menjual character dengan membuat film dari character tersebut lalu membuat Disneyland dengan tema-tema berbagai characternya, tetapi Line  menjual character dengan mengikuti perkembangan jaman yaitu melalui social apps.

Cara Line tersebut bagi gw sendiri ga sempat terpikir bisa menggunakan aplikasi chatting buat jual character dan nyatanya Line sangat amat berhasil menjual character mereka dan mendapatkan revenue stream yang luar biasa besar hanya dari penjualan Sticker line.

Beralih dari Line, perusahaan yang lain mulai banyak juga yang melakukan branding melihat perkembangan jaman dan teknologi saat ini, campaign campign perusahaan dalam membangun brandnya sudah mulai beralih dari cara konvensional (billboard, TVC, etc) dan lebih banyak fokus ke pemanfaatan internet untuk membangun brand equity. Baik itu melalui Website, Youtube, Social Media, Chatting Application, dan masih banyak lainnya fasilitas internet yang bisa dijadikan media promosi digital.


Sekian sharing kali ini, Thanks



Revenue Stream by branding



Di kelas brand management yang terakhir dengan Rex, gw dijelasin tentang revenue stream. Revenue stream itu gampangnya sumber penghasilan perusahaan seperti penjualan. Lalu dengan branding gw baru menyadari bahwa ada revenue stream tambahan jika sebuah perusahaan punya Brand equity yang baik apa aja sih?


1. Franchise, seperti KFC, McD, dll yang menjual brandnya untuk kemitraan. Kasus jika di Indonesia seperti Kebab turki baba rafi, Sabana Fried Chicken. Brand mereka yang sudah kuat membuat mereka bisa menjual merek mereka untuk melakukan kerja sama dengan orang yang tertarik untuk membeli merek mereka. Hal ini sekaligus membuat perusahaan memperluas cabang mereka dengan melakukan franchise dengan ketentuan tertentu.

2. Menjual produk ke mitra franchise. Perusahaan dapat mendapatkan penghasilan terus menerus melalui mitra franchise yang bekerja sama dengan perusahaan dengan cara membeli terus menerus produk yang dijual ke pusat perusahaan. 

3. Brand Value. Dengan brand yang kuat tentu lebih besar kesempatan perusahaan untuk mendapatkan untung yang lebih dari perusahaan yang brandnya blom begitu kuat.

4. Penjualan merchandise, sebuah perusahaan bahkan bisa menambah produk yang sama sekali tidak ada hubungan dengan produk utama mereka untuk di jual ke pasar dengan cara menaruh brand mereka di produk tertentu seperti gelas, tumbler, mainan, dll. Yang akan membuat org tertarik untuk membeli karena ada merek brand yang kuat tertera di merchandise tersebut.

Mungkin pendapat gw berdasarkan google segitu dulu, semoga bermanfaat thanks.

Motor Honda "Irit"




Apa sih yang kalian bayangkan jika dengar motor honda? gw yakin sebagian besar orang langsung berpikir bahwa motor honda itu terkenal dengan iritnya. Hal itu bener banget karena keliatan dari setiap strategi honda, Motor honda meng asosiasikan brandnya sebagai motor yang paling irit dan memang mereka berhasil menanamkan itu kedalam pikiran orang Indonesia.

Setiap orang indonesia yang liat motor honda pasti menganggap klo motor itu lebih irit dibanding yang lain, tapi ada tapinya seberapa irit sih dibanding yg lain?

Disini gw mau ngambil konsep marketing yang namanya absolute threshold, ap an tuh? yaitu energi minimal yang orang rasakan adanya sensasi. Trus apa hubungannya sama motor honda? hubungannya itu seberapa irit honda di banding yang lain contoh nih motor yamaha 1 liter bisa 50km ternyata motor honda lebih "irit" yaitu 1 liter bisa jalan 51km. Memang sih lebih irit tapi apakah 1km lebih irit tersebut bisa membuat sensasi kepada konsumen??Ada banyak banget review orang yang ternyata motor honda itu irit tapi hampir ga beda jauh sama pesaingnya bahkan ada yg malah kalah irit dibanding pesaing. 

Memang sih Honda berhasil membuat brand association yaitu irit, tetapi tetap yang namanya perusahaan yang terpenting adalah produknya... Menurut gw mau marketing sehebat apapun tapi ga didukung dengan produk yang sesuai dengan apa yang dikatakan melalui marketing pasti suatu waktu akan collapse. Hal ini terbukti dari market share Honda yang terus tergerus oleh pesaing-pesaingnya.

Lalu apakah honda akan terus mengatakan bahwa dirinya irit dibanding yg lain?





Monday, May 11, 2015

Billboard di jalan tol

Setiap perusahaan pasti mau meningkatkan brand equity dengan bermacam-macam cara, nah salah satu kegiatan promosi yang dilakukan perusahaan biasanya menggunakan billboard. Nah penggunaan billboard ini banyak banget digunain perusahaan dimana-mana, nih contohnya :


Billboard khususnya dijalan tol banyak banget kita liat jika sedang menggunakan jalan tol untuk menuju tempat tujuan, Tapi pertanyaannya seberapa efektif sih billboard di jalan tol? Gw pernah ngeliat billboard di jalan tol yang ukurannya kecil. kurang lebih seperti ini...


Gw sendiri sbenernya bingung manfaat billboard dengan lokasi di jalan tol ukuran kecil, siapa yang lihat billboard kecil sgitu dengan kecepatan rata-rata di jalan tol kalo kosong 100km/jam++. Kalau emang kita tertarik untuk lihat masa harus melambatkan mobil dulu? Emang sih biaya pasang iklan billboard dijalan tol ga murah dikarenakan traffic yg tinggi... Tapi kalau gunanya untuk menghemat budget promosi tapi ga berguna untuk apa?? Malah yang ada merk perusahaan atau produk perusahaan ga ada yang peduli atau lirik.

Kalau menurut gw sih ada beberapa hal penting yg harus dipertimbangkan saat memilih billboard di tol:
1. Yang penting banget tuh ukuran, jangan pasang billboard ukuran kecil di jalan tol yang kondisi trafficnya jalan cepet diatas 100km/jam. Kalo billboard kecil di dekat tempat dmana kendaraan harus melambat ya masih oke walau masih ada hal lain yg harus di pertimbangkan (kaya ukuran tulisan)

2. Lokasi, jangan pasang billboard yang lokasinya susah dibaca, contoh: billboard yang lokasinya abis tanjakan lalu billboard ada pada turunannya, belokan yang cukup tajam, dan lain-lain. hal-hal kaya gitu bisa bikin waktu kesempatan melihat billboard dengan jelas jadi kecil.

3. Content billboard itu sendiri....!!!! kenapa gw kasih tanda seru? Karena menurut gw billboard besar yang ga menarik ga bakal gw liat atau paling liat cuma sekilas ya sudah. Gpp sih pakai billboard kecil tapi buat billboard itu menarik untuk dilihat dari kejauhan dan gampang diliat dengan jelas. Mungkin klo ukurannya kecil susah pakai tulisan, lebih menarik jika buat bentuk dan warna yang eyecatching.Jadi orang tertarik untuk melihat.


Gw sebagai pengguna jalan tol sekaligus konsumen yang mungkin jadi target perusahaan yang masang billboard di jalan tol cuma mau kasih pendapat aja sebenernya. Karena menurut gw banyak yang billboard dijalan tol istilahnya cuma "numpang lewat" dan orang ga peduli sbenernya tentang isi billboard tersebut.

Sunday, April 12, 2015

Sharing perusahaan (VALVe)

Minggu ini gw ga akan banyak ngebahas tentang teori tapi lebih ke sharing perusahaan yang menurut gw hebat banget. Pertama-tama siapa sih dari kita yang ga pernah main atau setidaknya mencoba main Counter Strike atau lebih dikenal dengan CS, kayanya umumnya laki-laki pernah main CS. Di balik kesuksesan CS ada perusahaan yang dulu hanya bergerak dalam skala kecil sekarang sangatlah besar, siapa perusahaan itu?


Valve merupakan developer game-game besar seperti CS, DOTA, Half Life, dll. Tapi gw ga akan bahas valve dari sisi developernya, melainkan dari sisi pemanfaatan peluang dan meningkatkan brand equitynya. 
Awalnya cerita valve mengalami kesulitan sangat ingin melakukan update game Counter strikenya yang haru membuat pengguna offline beberapa hari serta valve juga ingin membuat anti-piracy dan anti-cheat software, hal ini membuat Valve ingin membuat sebuah software yang bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan meminta bantuan perusahaan besar seperti Microsoft, Yahoo, dll namun ditolak. Akhirnya Valve bekerja sama dengan Acer dan AT&T, software tersebutpun muncul dengan nama Steam.

Awalnya Steam dibuat untuk melakukan update, anti cheat, anti piracy, dan komponen game tetapi pendiri Valve Gabe Newell melihat peluang bahwa pasar game di PC masih sangat baik (saingan saat itu adalah Playstation, XBOX, Nintendo, dll) disaat banyak industri mengatakan industri PC sudah dewasa dan tidak akan berkembang. Maka Steam mulai bekerja sama dengan developer-developer game untuk menjadikan Steam merupakan pusat game layaknya console seperti PlayStation, banyak masalah dan penolakan yang terjadi pada awal perkembangan steam.



Namun singkat cerita saat ini Steam merupakan platform game terbesar di PC dengan menawarkan lebih dari 4500 games dan menguasai pasar game digital sebesar 70% (dibeli secara online). Pemilik Steam Gabe Newell mengatakan bahwa profit Steam setahun melebihi profit per employee google yang memiliki pendapatan per karyawan 350.000, dengan jumlah karyawan Steam yang berjumlah 250 orang pada tahun 2010 maka setidaknya profit steam pada tahun 2010 adalah 87,5juta dollar US, bahkan ada beberapa pihak yang mengatakan profitnya mencapai 300juta-400juta US dollar.




Sunday, April 5, 2015

Brand Architecture 2

Lanjuttt nih tentang brand architecture, ada tiga jenis brand architecture lagi yang mau gw jelasin kali ini. Mudah-mudahan tigas sebelumnya ngerti bedanya karena tigas jenis kali ini yang menurut gw agak susah bedainnya sama tiga sebelumnya.
Sekedar review aja tiga sebelumnya yang gw bahas ada Product Brand, Range Brand, dan Line Brand. Langsung aja ke tigas jenis selanjutnya :

1. Umbrella Brand
Brand architecture ini menggunakan nama brandnya untuk "memayungi" produk-produknya yang dibedakan dengan menggunakan kode tertentu, tapi di depan kode tersebut pasti ada nama brandnya.
Contoh: 
Nokia 3310, Nokia 7610, Nokia 3300, Nokia 6600, dll.
Mercedes Benz e350, c250, c200, S300, dll.


2. Shared Brand

Brand architecture yang merupakan gabungan dari product brand dan brand induknya. Brand yang tiap produknya punya nama masing-masing tapi di depannya disertakan pula nama brand induknya.
Contoh:
Microsoft Office, Microsoft Windows, Microsoft Outlook, Microsft Skydrive, dll


3. Endorse Brand


Brand architecture jenis ini selalu menampilkan Brand induk dalam setiap produk yang dimiliki yang biasanya berupa logo perusahaan atau tulisan. Umumnya di taruh di depan kemasan dekat merek brand anak.
Contoh:
Nestle, disetiap produk nestle baik itu milo, kitkat, koko krunch, nescafe, dll pasti ada lambang burung dengan sarangnya ataupun bisa juga dengan tulisan nestle.


Jenis-jenis brand architecture diatas merupakan struktur yang biasa digunakan oleh perusahaan untuk anak-anak brandnya, banyak perusahaan yang tidak hanya menggunakan satu jenis brand architecture ,bisa lebih tergantung kita melihatnya jika kita melihat secara keseluruhan maka umumnya perusahaan besar menggunakan jenis hybrid yaitu penggabungan dua jenis atau lebih brand architecture.


Sekian artikel tentang brand architecture semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Thankks for reading


Saturday, April 4, 2015

Brand Architecture 1

Brand besar bisa terdiri dari brand-brand kecil... yep kali ini gw mau nulis tentang brand architecture.
Apa sih Brand Architecture? Ialah Struktur brand-brand yang terdapat pada satu organisasi atau brand 's parent. Umumnya brand architectur digunakan perusahaan yang sangat besar seperti Unilever, P&G, Google, dll karena membutuhkan dana/modal yang sangat besar.

Banyak macam cara yang digunakan perusahaan untuk menstrukturkan anak-anak brand yang dimilikinya, ada enam jenis brand architecture yang akan gw jelasin disini tapi gw bagi menjadi dua bagian,tiga jenis akan gw bahas skrg tiga lagi akan gw bahas di artikel selanjutnya.
KENAPA gw bagi jadi 2 bagian? Jujur gw sendiri masih kadang salah bedainnya tapi gw tegaskan disini, dalam melihat brand architecture bisa dari berbagai macam sudut pandang brand-brandnya, jadi saat gw bilang suatu brand menggunakan jenis struktur A maka jika diubah sudut pandangnya maka bisa saja menjadi menggunakan struktur B atau C, sekali lagi tergantung kita lihat dari mana. Oleh karena itu ada struktur hybrid bagi perusahaan yang menggunakan dua macam struktur atau lebih.

Langsung mulai aja 3 jenis architectur pertama :

1. Product Brand

Brand Architecture dimana sebuah perusahaan membagi produk-produknya ke masing-masing brand yang mandiri.
Contohnya:
Unilever banyak banget anak-anak brandnya seperti Clear, Pepsodent, Walls, Tresemme, , Lipton, Axe, dan masih ratusan lainnya. Tiap anak brand punya strategi masing-masing dan memiliki manajemen masing-masing. sehingga strategi untuk masing-masing brand bisa lebih fokus dan positioningnya lebih spesifik. Yang pentingnya adalah jika satu anak brand mengalami masalah ,brand anak yang lain tidak akan terkenda dampak signifikan. Tapi Cost marketing brand architecture semacam ini besar sekali karena tiap anak brand menggunakan marketingnya masing-masing.


2. Range Brand

Brand architectur dimana sebuah perusahaan menggunakan satu brand tapi punya produk kategori yang berbeda walaupun masih memiliki kaitan dengan produk utama.
Contoh: 
Asus memiliki produk utama part komputer dan laptop. Tetapi Asus juga mengeluarkan produk seperti mouse, tas laptop, smartphone, dll yang masih terkait untuk menunjang produk utama.


3. Line Brand
Brand Architectur yang menggunakan satu nama/satu brand dan produk-produknya masih satu lini.
Contoh:
Disini gw jelasin maksudnya beda sudut pandang deh, gw menggunakan contoh salah satu anak brand Unilever lagi yaitu Pepsodent, Pepsodent punya produk utama pasta gigi tapi punya produk lain seperti sikat gigi, benang gigi, mouthwash, dll yang masih satu lini yaitu perawatan gigi/mulut.



Udah tiga jenis Brand architectur yang gw jelaskan, tiga selanjutnya akan gw tulis sore nanti. Di tunggu ya. Semoga bermanfaat...................... thanks